Alamat : Jln.Jaya 7 Lr Lematang Perum Lematang Indah 1 Block B 11 RT 68. 16 Ulu Sebrang Ulu II
No Hp : 081367346529
Email : Erma_wati_31@yahoo.com
Website : http://erma72.blogspot.com
Kode : 1.1.3.0
TTL : Jaya Bakti 06 Januari 1972
Pekerjaan : Guru SMA NEGERI 20 Palembang
Mahasiswa : MAP stisipol Candradimuka palembang
NPM : 051219128
Semester : 2
Hari kuliah : Kamis dan Jumat
CATATAN KULIAH
1.2 Sejarah e-government
Sejak dasawarsa 1990-an
beberapa negara di dunia mulai menggunakan sistem pemerintahan menggunakan
elektronik. Tercatat negara-negara seperti Amerika Serikat, Selandia Baru,
Kanada, Singapura dan beberapa negara seperti Jepang, Australia dan Inggris
telah menggunakan sistem pemerintahan menggunakan teknologi informasi dan
komunikasi.
Penggunaan TIK oleh
pemerintah pada dasarnya adalah untuk memberikan warga negaranya dengan akses
yang lebih nyaman ke informasi dan layanan pemerintah serta untuk memberikan
pelayanan publik kepada warga, mitra bisnis, dan mereka yang bekerja di sektor
publik. Bagian awal dari pelaksanaan e-governance adalah
"komputerisasi" dari kantor publik memungkinkan mereka dengan
membangun kapasitas mereka untuk pelayanan yang lebih baik dan membawa
pemerintahan yang baik menggunakan teknologi sebagai katalisator. Bagian kedua
adalah penyediaan jasa sentris warga melalui media digital seperti mengembangkan
portal pemerintah interaktif.
Pemerintahan elektronik
atau e-government adalah penggunaan
teknologi informasi dan komunikasi oleh pemerintah untuk memberikan informasi
dan pelayanan bagi warganya, urusan bisnis, serta hal-hal lain yang berkenaan
dengan pemerintahan (Gambar 1.3) e-government dapat diaplikasikan pada institusi-institusi
legislatif, yudikatif, atau administrasi publik, untuk meningkatkan efisiensi
internal, menyampaikan pelayanan publik, atau proses kepemerintahan yang
demokratis.
1.3 Model Penyampaian E-gov
Model
penyampaian (relasi) yang utama adalah Government-to-Citizen atau
Government-to-Customer (G2C), Government-to-Business (G2B) serta
Government-to-Government (G2G). Keuntungan yang paling diharapkan dari
e-government adalah peningkatan efisiensi, kenyamanan, serta aksesibilitas yang
lebih baik dalam pelayanan publik.
Apakah manfaat yang
nyata dari e-government? Sejumlah manfaat dan keuntungan jika e-government
dibuat dan diterapkan oleh pemerintah (contoh portal pemerintah Singapura dan
Sragen pada Gambar-gambar 1.5. dan 1.6) adalah: (a) Memperbaiki mutu pelayanan
pemerintah kepada para stakeholder-nya (masyarakat, kalangan bisnis, dan
industri); (b) Meningkatkan transparansi, kontrol, dan akuntabilitas penyelenggaraan
pemerintahan dalam rangka penerapan konsepGood Governance di pemerintahan
(bebas KKN); (c) Mengurangi secara signifikan total biaya administrasi, relasi,
daninteraksi yang dikeluarkan pemerintah maupun stakeholdernya untuk keperluan
aktivitas sehari-hari; (d) Memberikan peluang bagi pemerintah untuk mendapatkan
sumber-sumber pendapatan baru melalui interaksinya dengan pihak-pihak yang
berkepentingan; (e) Menciptakan suatu lingkungan masyarakat baru yang dapat
secara cepat dan tepat menjawab berbagai permasalahan yang dihadapi sejalan
dengan berbagai perubahan global dan tren yang ada; dan (f) Memberdayakan
masyarakat dan pihak-pihak lain sebagai mitra pemerintah dalam proses
pengambilan berbagai kebijakan publik secara merata dan demokratis.
BAB 2
KONSEP DAN ELEMEN SUKSES
E-GOVERNMENT
2.1
Konsep Dasar E-gov
Perkembangan teknologi
informasi dan komunikasi sampai sekarang telah berlangsung begitu pesat. Hampir
semua aspek kehidupan manusia bersinggungan dengan Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK), baik yang sifatnya pribadi maupun publik. Sejak lama, pelayanan
oleh pencipta dalam kehidupan manusia serba berbasis TIK – bagaimana rezeki
diberikan atau dihilangkan, bagaimana jodoh manusia di atur, bagaimana balak
bencana dikelola dan bagaimana kematian atau maut manusia diatur. Sebaliknya
pelayanan publik oleh pemerintah dilakukan secara manual – bagaimana KTP dibuat
dan diberikan, bagaimana pajak ditagih dan dibayar semua dilakukan secara
manual (berbasis tatap muka). E-government muncul sebagai salah satu penerapan
konsep TIK dan merupakan bukti
transformasi area kehidupan dalam sektor publik sebagai konsekuensi dari
perkembangan teknologi informasi.
Definisi lain
menyatakan bahwa e-goverment adalah suatu mekanisme interaksi baru antara
pemerintah dengan masyarakat dan
pihak-pihak lain yang berkepentingan, dimana pemanfaatan TIK dengan tujuan
meningkatkan kulitas pelayanan publik (Eko Indrajit, 2002).
Paling tidak ada
empat prinsip dasar pelaksanaan e-government secara umum tercakup dalam visi
e-goverment(Indrajit, 2002), yaitu :
(1) Memberikan
perhatian penuh pada jenis-jenis pelayanan publik, dengan memberikan
prioritas: (a) Memiliki volume transaksi
yang besar dan melibatkan banyak sekali sumber daya manusia, (b) Membutuhkan
interaksi dua arah antara pemerintah dengan masyarakat, (c) Memungkinkan
terjadinya kerjasama antara pemerintah dengan swasta maupun LSM dan Perguruan
Tinggi, setelah menentukan jenis pelayanan, kemudian menentukan ukuran kinerja,
yang menjadi target manfaat sebelum menentukan total biaya investasi.
(2) Membangun
lingkungan yang kompetitif, di mana sektor swasta maupun lembaga swadaya
masyarakat (LSM) dapat berperan dalam hal pelayanan publik. Sangat baik jika
swasta dan LSM dapat bersaing dengan pemerintah dan dapat melayani dengan lebih
baik.
(3) Memberikan
penghargaan pada inovasi dan memberi ruang kesempatan pada kesalahan.
(4) Memusatkan
pada pencapaian efisiensi, yang dapat dinilai dengan besarnya manfaat dan pemasukan
anggaran dari penggunaan e-goverment.
Ada tiga fungsi
pemerintahan elektronik (Anonim, 2008): (1) fungsi pekerjaan internal
pemerintah, (2) fungsi layanan masyarakat dan (3) fungsi komunikasi antara
pemerintah dan rakyat. Secara ringkas uraian fungsi-fungsi tersebut dan efek
yang diharapkan dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 2.1 Uraian fungsi pemerintahan elektronik dan
efek yang diharapkan
Fungsi
|
Efek
yang diharapkan
|
|
Pekerjaan
internal pemerintah
|
- Pertukaran elektronik dokumen
administrasi
- Penandatangan elektronik
- Penerapan sistem konferensi
melalui layar video - pembagian informasi pemerintah
|
- Organisasi dan prosedur
disederhanakan
- Menyelesaikan pekerjaan lebih
cepat
- Maka efisiensinya meningkat
|
Layanan
masyarakat
|
- Urusan masyarakat bisa
diterima dan dituntaskan melalui jaringan TI
- Keluhan masyarakat terkait
beberapa instansi pemerintah bisa dituntaskan sekaligus.
|
- Rakyat bisa
menyelesaikan urusannya tanpa mengunjungi instansi pemerintah terkait.
- Masalah
rakyat lebih cepat dituntaskan
- Layanan
masyarakat pemerintah diperbaiki secara besar-besaran
|
Komunikasi
antara pemerintah dan masyarakat
|
- Akses interaktif ke informasi
antara pemerintah dan rakyat
- Pendapat rakyat umum bisa tercermin pada
kebijakan pemerintah
|
- Komunikasi bebas, cepat
antara pemerintah dan rakyat untuk menciptakan ‘pemerintahan pintu terbuka”
- Transparansi pemerintah meningkat besar
|
2.2
Terminologi E-Government
Beragam definisi
tentang e-government telah banyak dikembangkan sehingga definisi yang ada
mengandung perspektif yang berlainan. Menurut the World Bank Group (2001),
e-government adalah penggunaan teknologi informasi oleh instansi pemerintah
(seperti Wide Area Networks (WAN), internet, mobile computing) yang dapat
digunakan untuk membangun hubungan dengan masyarakat, dunia bisnis, dan
instansi pemerintah lainnya. Di pihak lain, e-government didefinisikan sebagai
penggunaan teknologi informasi untuk membuka pemerintah dan informasi
pemerintah dalam rangka berbagi informasi demi kemanfaatan publik, untuk
memungkinkan terjadinya transaksi secara online dan untuk mendorong pelaksanaan
demokrasi. Sejumlah definisi e-government (Indrajit, 2012) sebagai berikut:
•E-government
applies concepts of electronic commerce (e.g.information and marketing through
web sites, selling to customers on-line) to government operations.
•Refers
to the federal government’s use of information technologies (such as wide area
networks, the internet, and mobile computing) to transform relations winth
citizens, businesses, and other arms of government.
2.3
Pemicu Utama E-Government :
Kehadiran era
globalisasi yang datang begitu cepat telah membuat isu-isu semacam
demokratisasi, transparansi, civil society, good corporate governance,
perdagangan bebas menjadi hal-hal utama yang harus diperhatikan oleh setiap
pemerintahan. Di era seperti ini, pemerintah harus mengadakan reposisi terhadap
perannya dari yang bersifat internal menjadi lebih berorientasi eksternal dan
fokus kepada bagaimana memposisikan masyarakat dan pemerintahnya di dalam
sebuah pergaulan global.
2.4
Elemen Sukses Pengembangan E-Government :
Suksesnya pengembangan
e-government bergantung kepada sejumlah faktor yang dikenal dengan istilah
elemen sukses (Indrajit, 2012; Sadikin, 2011). Elemen-elemen sukses tersebut
merupakan hasil kajian dan riset oleh Harvard JFK School of government meliputi
support (dukungan), Value (nilai) dan Capacity (kemampuan). Ketiga elemen sukses tersebut dapat
dijelaskan sebagai berikut
.
Dukungan/Support
Elemen pertama dan
paling krusial yang harus dimiliki oleh pemerintah adalah keinginan (intent)
dari berbagai kalangan pejabat publik dan politik untuk benar-benar menerapkan
konsep e-government, bukan hanya sekedar mengikuti trend. Tanpa adanya unsur
“political will” dari pemerintah, berbagai inisiatif pembangunan dan
pengembangan e-government akan sulit berjalan.
Kata support adalah dukungan. Hal terpenting
dalam hal dukungan adalah dukungan unsur pimpinan. Pimpinan harus memiliki political
will (keinginan politis)untuk
mengembangkan e-government, karena hal ini akan menyangkut seluruh proses dari
e-government. Artinya, pemimpin tidak saja harus pintar dalam hal penyusunan
konsep, tetapi harus juga menjadi motivator ulung pada fase pelaksanaannya (action).
Tanpa adanya unsur political will, mustahil berbagai inisiatif pembangunan
dan pengembangan e-government dapat berjalan dengan mulus.
Sudah umum bahwa budaya birokrasi cenderung bekerja
berdasarkan model manajemen top-down (paradigm klasik). Karena itu, dukungan
implementasi program e-government yang efektif harus dimulai dari para pimpinan
pemerintahan yang berada level tertinggi (Presiden, Gubernur, Walikota/Bupati).
Dukungan yang dimaksud disini lebih dari dukungan verbal semata, tetapi
dukungan yang diharapkan adalah dalam bentuk:
a. Disepakatinya kerangka e-government sebagai salah satu kunci sukses negara
dalam mencapai visi dan misi bangsanya, sehingga harus diberikan prioritas
tinggi sebagaimana kunci-kunci sukses lain diperlakukan. Dengan disepakatinya
kerangka tersebut secara bersama, maka tingkat resistensi dimungkinkan akan
kecil.
b.
Dialokasikannya sejumlah sumber daya (manusia,
financial, tenaga, waktu, informasi, dan lain-lain) di setiap tataran
pemerintahan untuk membangun konsep ini dengan semangat lintas sektoral.
c. Dibangunnya berbagai infrastruktur dan superstruktural pendukung agar
terciptanya lingkungan kondusif untuk mengembangkan e-government (seperti
adanya Undang-Undang yang jelas, ditugaskannya lembaga-lembaga khusus –
misalnya e-Envoy atau DeTIKNas di Indonesia – sebagai penanggung jawab utama,
disusunnya aturan main kerja sama dengan swasta dan lain sebagainya), dan
d. Disosialisasikannya konsep e-government secara merata,kontinyu, konsisten,
dan menyeluruh kepada seuruh kalangan birokrat secara khusus dan masyarakat
secara jmum melalui berbagai kampanye yang simpatik.
Kemampuan/Capacity
Kemampuan (“capacity”) adalah
adanya unsur kemampuan atau keberdayaan dari pemerintahan setempat dalam
mewujudkan e-government. Dalam hal ini ada tiga hal minimum yang paling tidak
harus dimiliki oleh suatu pemerintahan dalam rangka mengimplentasikan dan
membangun e-government, yaitu :
- Ketersediaan sumber daya yang cukup untuk melaksanakan berbagai inisiatif e-government, terutama yang berkaitan dengan sumber daya finansial
- Ketersediaan infrastruktur teknologi informasi yang memadai karena fasilitas ini merupakan 50% dari kunci keberhasilan penerapan konsep e-government
- Ketersediaan
sumber daya manusia yang memiliki kompetensi dan keahlian yang dibutuhkan
agar penerapan e-government dapat sesuai dengan asas manfaat yang diharapkan.
Nilai/ValueElemen pertama dan kedua di atas merupakan dua buah aspek yang dilihat dari sisi pemerintah selaku pihak pemberi jasa (sisi penyedia-supply side). Pelaksanaan e-government tidak akan ada gunanya bila tidak ada pihak yang diuntungkan, dalam hal ini yang menentukan besar tidaknya manfaat yang diperoleh dengan adanya e-government bukanlah kalangan pemerintahan saja melainkan masyarakat dan mereka yang berkepentingan (sisi permintaan-demand side).Karena itu pemerintah dituntut agar bertindak teliti dan bisa memilih prioritas jenis aplikasi e-government apa saja yang harus didahulukan pembangunannya agar benar-benar memberikan value (manfaat) secara signifikan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakatnya.Perpaduan antara ketiga elemen di atas akan membentuk sebuah nexus (pusat syaraf jaringan e-government) yang akan menjadikan kunci sukses penjamin keberhasilan penerapan e-Government.Administrasi Antarmuka2.5 Implementasi dan Pengembangan E-Government :Di dalam mengembangkan dan mengimplemntasikan konsep e-government, ada sebuah prinsip dari Oracle (sebuah perusaahan software database) yang baik untuk diterapkan, yaitu : “Think big, start small. Scale fast, deliver value”.Inti dari perkataan tersebut adalah pemerintah daerah harus memiliki visi yang jauh dan besar terhadap konsep e-Government yang ingin diterapkannya. Berdasarkan visi yang besar tersebut maka disusunlah sejumlah langkah-langkah kecil penerapan dan implementasi aplikasi e-government di berbagai bidang yang perlahan namun pasti dikembangkan untuk menuju visi besar itu.Cepat atau lambatnya penerapan e-government ini sangat tergantung dari seberapa peka pemerintah daerah dan masyarakatnya dalam membaca perkembangan dunia (trend dan kecenderungan). Di dalam era globalisasi sangat banyak variabel dan parameter yang berada di luar kontrol sebuah pemerintahan sehingga memaksa pemerintah dan masyarakatnya untuk dapat menerapkan suatu strategi atau konsep yang tepat dalam menjawab tantangan globalisasi.Penerapan e-government tidak hanya memilki batasan internal (hanya berlaku dan bermanfaat untuk pemerintah dan masyarakatnya saja) akan tetapi akan menjadi fasilitas dan medium yang handal dalam usaha untuk menjalin kerja sama dengan pihak luar, seperti sektor swasta atau dengan pemerintahan daerah lain.Dalam e-government diharapkan masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam proses pembangunan daerahnya dengan memberikan kontribusi positif berupa pendapat, pengetahuan atau pemikiran melalui web site resmi pemerintahan.BAB 3MODEL PENYAMPAIAN DAN KARAKTERISTIK E-GOVERNMENTE-government, serupa dengan e-commerce yang memungkinkan dunia usaha melakukan transaksasi satu sama lain (B2B) dan membawa para pelanggan semakin dekat dengan pengusaha (B2C), ditujukan untuk memungkinkan terjadinya interaksi di antara pemerintah dan warganya (G2C), pemerintah dengan dunia usaha (G2B), dengan sesama institusi pemerintah (G2G) lebih ramah, menyenangkan, transparan dan murah.Analogi di atas mengingatkan bahwa keuntungan atau manfaat e-government akan berkelanjutan tergantung dengan penyadaran terhadap kemajuan teknikal dalam e-business dalam konteks yang lebih luas. E-business dikaitkan dengan sebuah definisi yang lebih luas tentang e-commerce, tidak hanya sekedar pembelian atau penjualan tetapi juga pelayanan pelanggan dan berkolaborasi dengan sesama pengusaha, dan menjalankan transaksi-transaksi elektronik dalam entitas keorganisasian.3.1 E-Government dan E-GovernanceE-governance adalah di luar bidang cakupan dari e-government. Sementara e-government didefinisikan sebagai suatu penyampaian oleh pemerintah dalam pelayanan dan informasi kepada publik menggunakan metode elektronik, e-governance mengizinkan para penduduk melakukan partisipasi langsung dalam aktivitas-aktivitas politis di luar lingkup pemerintahan dan meliputi e-democracy, e-voting, dan berpartisipasi dalam aktivitas politik secara online. Dengan demikian konsep e-governance akan mencakup pemerintahan, partisipasi penduduk, partai-partai politik dan organisasi-organisasi, parlemen dan fungsi-fungsi pengadilan.Menurut Blake (2000), e-governance bukanlah sebagai website (situs) dan email, bukan juga hanya tentang penyampaian pelayanan melalui internet. Ia juga bukan sekedar jalan masuk kepada informasi pemerintah dan pembayaran secara elektronik. Ia akan merubah bagaimana penduduk berhubungan dengan pemerintah dan bagaimana merubah hubungan antara sesama penduduk. Ia akan membawa konsep kependudukan yang baru, baik dalam terminologi kebutuhan dan tanggung-jawab. E-government akan memungkinkan penduduk berkomunikasi dengan pemerintah, berpartisipasi dalam pembuatan kebijakan dan memungkinkan penduduk berkomunikasi sesama dan berpartisipasi dalam proses politis yang demokratis. Dalam konteks yang lebih luas, e-governance mempunyai implikasi yang lebih banyak dibandingkan dengan e-government.Memahami definisi e-government yang memasukkan suatu agenda pembaharuan yang lebih luas mungkin membantu membedakan konsep-konsep tentang keduanya satu sama lain yang berbeda dan berkaitan satu sama lain. E-governmentt mengacu kepada penggunaan teknologi informasi oleh agensi-agensi pemerintah seperti jejaring berbasis web, internet, dan perhitungan, yang mempunyai kemampuan untuk mentransformasi hubungan-hubungan antar penduduk, dunia usaha dan institusi-instusi pemerintah yang lain. Teknologi-teknologi tersebut akan menghidangkan berbagai macam: penyampaian yang lebih baik tentang pelayanan terhadap penduduk, peningkatan interaksi dengan dunia usaha dan industri, pemberdayaan penduduk melalui akses kepada informasi, atau pengelolaan pemerintahan yang lebih efisien. Keuntungan yang dihasilkan dengan diterapkannya e-government adalah berkurangnya korupsi, meningkatnya transparansi, menyenangkan, pertumbuhan pendapatan negara, dan terjadinya penurunan biaya.3.2 Model Hubungan SegitigaMemperhatikan definisi E-Government, dapat diperoleh sebuah model hubungan segitiga antara pemerintah, bisnis dan penduduk (Fang, 2002) sebagai berikut:1.Aspek fokus E-Government dalam rekanan E-governmentProses dan struktur yang mendefinisikan hubungan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, proses dan struktur yang mendefinisikan hubungan antara organisasi-organisasi dan departemen-departemen atau agen-agen; proses dan struktur yang mendefinisikan hubungan antara pemerintah dan para pegawai; proses dan struktur yang mendefinisikan hubungan antara legislatif eksekutif.2.Aspek fokus E-Business di dalamrekanan E-governmentSejumlah proses dan struktur yang mendefinisikan hubungan-hubungan antara pemerintah dan pasar; proses dan struktur yang mendefinisikan hubungan antara pemerintah dan sektor swasta.3.Aspek fokus E-Citizens di dalam rekanan E-governmentProses dan struktur yang mendefinisikan hubungan antara pemerintah dan penduduk; proses dan struktur yang mendefinisikan hubungan antara pelayanan pemerintah dan kebutuhan penduduk; proses dan struktur yang mendefinisikan hubungan antara negara-negara dan institusi-insitusi internasional.Gambar berikut mengilustrasikan hubungan antara e-government, e-business dan e-citizen di dalam konteks timbulnya apa yang disebut dengan “masyarakat berilmu”, globalisasi dan (“knowledgesociety”, globalization, and sovereignty); Memperhatikan skala, ruang lingkup, sifat multi-portofolio, dan potensi transformasional oleh e-government, hal itu sudah disarankan bahwa ia harus diperlakukan sebagai sebuah sistem yang holistik adjunct kepada wilayah e-commerce di dalam e-society.3.3 Jenis-jenis Rekanan E-GovernmentSedikitnya ada delapan jenis e-government yang dapat membawa keuntungan atau manfaat kepada pemerintah, penduduk, dunia usaha, pegawai dan LSM serta lembaga sosial dan politik (Fang, 2002). Kedelapan jenis e-government tersebut adalah:1.Pemerintah-penduduk (Government-to-Citizen, G2C)Jenis penyampaian e-government ini menyediakan momentum untuk meletakkan layanan publik online, terutama melalui penyampaian layanan elektronik untuk menawarkan informasi dan komunikasi;2.Penduduk-pemerintah (Citizen-to-Government, C2G)Jenis ini menyediakan momentum untuk meletakkan pelayanan publik online, terutama melalui penyampaian layanan elektronik untuk pertukaran informasi dan komunikasi.3.Pemerintah-bisnis (Government-to-Business, G2B)Secara aktif memandu inisiatif E-transactions seperti e-procurement dan pengembangan suatu pasar elestronik untuk pemebelian oleh pemerintah; dan melaksanakan tender melalui elektronik untuk pertukaran informasi dan komoditi;4.Bisnis-Pemerintah (Business -to-Government, B2G)Secara aktif memandu inisiatif E-transactions seperti e-procurement dan pengembangan pasar untuk pembelian oleh pemerintah,dan melaksanakan procurement tenders melalui cara-cara elektronik untuk penjualan barang dan jasa;5.Pemerintah-Pegawai (Government-to-Employee, G2E)Mengkhususkan kepada pelayanan yang memberikan fasilitas untuk pengelolaan pegawai negeri dan komunikasi internal dengan pegawai pemerintah dalam rangka membuat aplikasi e-career dan sistem tanpa kertas di dalam e-office.6.Government-to-Government (G2G)Menyediakan kerjasama dan komunikasi online bagi departemen pemerintah atau agen-agen pemerintah yang didasarkan pada dapur data pemerintah yang besar sehinmgga mempunyai dampak terhadap efisiensi dan efektivitas. Jenis ini juga meliputi pertukaran internal dalam infornmasi dan komoditi.7.Pemerintah-Lembaga nir-laba ( Government-to-Nonprofit, G2N).Pemerintah menyediakan informasui dan komunikasi kepada organisasi nir-laba, organisasi-organisasi sosial, partai politik, legislatif dll. .8.Lembaga nir-laba-pemerintah (Nonprofit-to-Government, N2G)Pertukaran informasi dan komunikasi antara pemerintah dan organisasi nir-laba, partai politik dan organisasi kemasyarakatan, legislatif dan sebagainya.Dari kesemua kategori e-government di atas, menurut Fang (2002) dapat diringkaskan kembali bahwa inisiatif e-government harus memfokuskan kepada lima hubungan pelanggan kepada pemerintah.a. Penduduk-Pemerintah (Citizen-to-Government),b. Bisnis-Pemerintah (Business-to-Government),c. Pemerintah-Lembaga nir-laba (Government-to-Nonprofit),d. Pemerintah-Pemerintah (Government-to-Government), andPemerintah-Pegawai (Government-to-Employee).Pertama, Penduduk-Pemerintah (Citizen-to-Government) mengacu pada konsumsi langsung dari pelayanan publik oleh konsumen individu untuk penggunaan pribadi. Layanan tersebut meliputi lisensi dan perijinan untuk berburu, memancing, danm engemudi hak istimewa. Hal initidak hanya akan mencakup pembayaran pajak, denda, dan biaya kepada pemerintah negara bagian dan lokal, tetapi juga pembayaran restitusi kepada pembayar pajak.
Kedua, model hubungan Bisnis-Pemerintah (Business-to-Government) mengacu padalayanan tersebut dikonsumsi oleh pengusaha, bisnis, dan perusahaan, untuktujuan komersial (profit atau non-profit). Ini termasuk pernyataan pengajuan pendirian, izin usaha mendapatkan, bantuan dengan lokasisitus, dan Informasi tenaga kerja mendapatkan. Akhirnya, Pemerintah-ke-Nirlaba, Pemerintah-to-Government dan pemerintah-ke-karyawan mengacu pada koordinasi baik kerjasama antar-dan intra-lembaga dan karyawan untuk meningkatkan pelayanan dalam atau di luar governments. Ini termasuk permintaan perjalanan, permintaan pembelian. Proses pembayaran gaji, transfer dana antar pemerintah, lamaran jadi pegawai dll.3.4 Karakteristik dari Jenis E-GovernmentSetelah dibandingkan dan dilakukan analisis terhadap kesemua jenis e-government itu dapat disiimpulkan sejumlah karakteristik dari tiap jenis e-government tersebut (Fang, 2002) adalah seperti pada tabel berikut.Tabel 3.1 Karakteristikmasing-masing jenis E-GovernmentItemInformasiKomunikasi onlineTransaksiG2CdanC2GPermintaan Informasi dari suatu perusahaan atau penduduk menyangkut pajak, lisensi bisnis, pendaftaran, peraturan, program politis, tanggungjawab administratif dllPermintaan Informasi dan diskusi tentang proses administrasi dan produk-produk; komunikasi dengan para politisi, dengan pemerintah dllPenyampaian pelayanan online dan penyampaian hasil; pemilihan umum melalui elektronik, penyediaan solusi online dan partisipasi online dll.G2BdanB2GPermintaan informasi terhadap perusahaan atau penduduk tentang pajak, lisensi bisnis, pendaftaran, peraturan perundang-undangan, program bisnis, kebijakan bisnis, tanggung jawab administratif dll.Permintaan informasi dan diskusi tentang proses administratif bagi bisnis dan produk; komunikasi dengan politisi, otoritas dll.Penyampaian online pelayanan dan penyampaian hasil-hasil; transaksi elektronik tentang perhitungan, e-auditing, e-procurement, e-shopping, dll.G2GPertukaran informasi sesama otoritas dan sesama peringkat hirarki, mengenai peraturan administratif, undang-undang, pembuatan kebijakan, data, proyek-proyek, program, informasi yang melatar belakangi dari sejumlah keputusan dll.Pertukaran informasi sesama otoritas dan peringkat hirarki; forum diskusi; komunikasi dalam negosiasi dan pembuatan keputusan; interaksi tentang mengenai peraturan administratif, undang-undang, pembuatan kebijakan, data, proyek-proyek, program dll.Alur kerjaInter-organisasi dan pertukarandata,
bertukarkebijakan dan solusi online, informasi danmanajemen pengetahuan, dllN2GdanG2NPertukaran informasi
mengenaipekerjaan dan kinerja, kebijakan personalia, data,catatan untuk pengelolaan karir, pengembangan pegawai pemerintahdll.Informasiyang dipertukarkan antarorganisasi yang berbedadanlembaga;forum diskusi, komunikasi dalamnegosiasi danpengambilan keputusan, interaksimengenaiadministrasi
tindakan dll.Alur kerja intra-organisasi, dan pertukaran kebijakan
dan solusi, data, informasi dan manajemen pengetahuan, partisipasi dll.3.5 Sistem Skema luas untuk Model Type E-Government
Pemerintahan Elektronik (E-Government) mengacu pada proses dan struktur berkaitan dengan pengiriman elektronik pelayanan pemerintah kepada masyarakat. E-govenment secara fungsional tergantung pada pernyataan bahwa E-Government "kemitraan internal", yaitu, terdiri dari Administrasi, Politik, Pegawai Negeri Sipil, Parlemen dan fungsi Peradilan, E-Government "kemitraan eksternal", yaitu, terdiri dari Pusat, Provinsi / Negara / Wilayah atau fungsi lokal, dan berbagi informasi sebagai layanan dapat diefektifkan dalam dan antara Pemerintah dan antara Pemerintah, Sektor Publik dan Sektor Swasta, Pemerintah setuju untuk layanan publik memberikan model bervariasi kompleksitas, yang membutuhkan kesadaran dari kedua dua karakteristik E-Government "Kemitraan internal" dan E-government "kemitraan eksternal" (Lihat Gambar 3.3).
E-government mengacu pada penyampaian informasi dan layanan online melalui Internet atau alat digital lainnya. Banyak organisasi pemerintah telah memeluk revolusi digital dan menempatkan berbagai bahan dari publikasi dan database untuk layanan pemerintah aktual online untuk digunakan warga. Di sini, kita meninjau kondisi saat ini dan pengembangan e-government.
3.6 Pengembangan E-Government
Serupa dengan perubahan dramatis dalam e-commerce dan e-trading, revolusi e-government menawarkan potensi untuk membentuk kembali sektor publik dan remake hubungan antara masyarakat dan pemerintah. Variabilitas luas dalam sejauh mana pemerintah mengambil web terus menciptakan kesempatan untuk mempelajari bagaimana revolusi e-government mempengaruhi kinerja sektor publik dan respon yang demokratis. Dalam survei global UN / ASPA (2000), lima kategori pengukuran survei global, lima kategori mengukur suatu negara
e-government kemajuan telah diidentifikasi. Kemajuan e-government suatu negara harus diidentifikasi (Fang, 2000) sebagai berikut:
Interactive web presence: Suatu negara dapat memiliki sebuah website nasional atau pejabat beberapa Pemerintah yang menawarkan informasi statis kepada pengguna dan berfungsi sebagai alat urusan publik.
Enhanced web presence: Jumlah halaman web pemerintah meningkat sebagai informasi menjadi lebih dinamis dengan pengguna memiliki lebih banyak pilihan untuk mengakses Informasi.
Interactive web presence: Sebuah pertukaran yang lebih formal antara pengguna dan pemerintah penyedia layanan terjadi, yaitu bentuk dapat didownload; aplikasi yang diajukan online.Transactional web presence: Pengguna dapat dengan mudahmengakses layanan diprioritaskan olehmereka kebutuhan, melakukan transaksi resmi secara online, seperti membayar pajak, biaya pendaftaran.
Fully integrated web presence: Integrasi lengkap dari semua layanan online pemerintah melalui portalsatu-stopshop (UNPAN, 2000).3.7E-Government Contohdari Berbagai Belahan Dunia
Pemerintah bisa mulai dengan mengembangkan strategie-government yang akan menetapkan keluar rencana tentang bagaimana pemerintah dapat memberikan target yang telah ditetapkan untuk itudalam konteks kerangka strategis nasional. Untuk menguji proses inidan bagaimana e-government rencana dan strategi adalah kesuksesan, kita mungkin perlu membuat lebih memahami mengambil dari strategi di seluruh kewenangan secara keseluruhan. Contoh dari E-government Selandia Baru sebagai berikut:Gambar 3.4Skema E-government di Selanda Baru tahun 2001 (Sumber: NewZealand Government, 2001Berikut adalah beberapa fitur ciri negara yang berhasil menerapkanproyek e-government di seluruh dunia (Fang, 2002)\;
1. Komprehensif. Untuk semaksimal mungkin, warga harus mampu melakukan
segala sesuatu yang harus mereka lakukan atau ingin lakukan dengan pemerintah mereka melalui pada portal e-government.
2. Terintegrasi. Semua aplikasi e-government harus terintegrasi satu sama lain, sehingga warga dapat menghindari kebutuhan untuk menyediakan data yang sama berulang-ulang dan pemerintah dapat menghemat waktu dan dana dengan tidak perlu memasukkan kembali data.
3. Ubiquitous. Akses ke portal e-government yurisdiksi dan situs yang terhubung
dan aplikasi harus tersedia untuk pengguna/warga negara dari setiap internet berkemampuan koneksi, peralatan internet.
4. Transparan/Mudah Digunakan. Situs e-government harus dirancang dan dioperasikan sehingga pemula sebagian besar pengguna komputer dapat dengan mudah menemukan informasi yang mereka butuhkan, memberikan informasi yang diminta oleh instansi pemerintah yang merekaberurusan, dan sebaliknya melakukan semua transaksi e-government.
5. Dapat diakses semua kalangan. Desain dan pengoperasian sistem e-government harus, dari bawah ke atas, memperhitungkan kebutuhan khusus penyandang cacat, dan memungkinkan bagi mereka untuk menggunakan sistem ini semudah non-cacat.
6. Aman. E-government sistem perlu untuk melindungi kerahasiaan data yang diberikanoleh warga, catatan dibuat dan disimpan oleh pemerintah, dan konten dan keberadaan warga negara-pemerintah transaksi yang dilakukan melalui Internet.
7. Swasta. Data tentang transaksi citizen-government, dan isi dari transaksi tersebut, perlu keras dilindungi oleh pemerintah.
8. Rekayasa ulang. Hal ini tidak cukup untuk meniru elektronik administratif proses dan prosedur saat ini di tempat. Hal ini diperlukan untuk benar-benar mengevaluasi kembali keseluruhan misi yurisdiksi dan kemudian merancang struktur digital yang menciptakan antarmuka pemerintah-warga negara yang menyederhanakan dan arus transaksi masing-masing individu dan seluruh proses administrasi pemerintahan secara umum.
9. Interoperable. Sebuah situs e-government baik adalah salah satu yang menyediakan sesuai dan up-to-date link ke situs e-government, pada tingkat yang sendiri dan orang lain dalam hirarki pemerintah. Semua e-situs pemerintah perlu bekerja sama mulus.
10. Dikembangkan untuk Sistem E-governance. Dikembangkan dari e-government, sistem e-governance dapat dengan mudah menerapkan proses demokrasi, e-membuatdari atau kebijakan, membangun e-masyarakat. E-government tidak hanya berfungsi sebagai sarana administrasi, tetapi juga sebagai alat utama partisipasi kolektif dan demokratis pengambilan keputusan, dan untuk masyarakat.
3.8 Inisiatif E-Government Beberapa Negara
Untuk e-government di seluruh dunia, revolusi digital menawarkan belum pernah terjadi sebelumnya peluang untuk meningkatkan hampir semua bentuk revolusi publik menawarkan belum pernah terjadi sebelumnya peluang untuk meningkatkan hampir semua bentuk pelayanan publik.
Dari Eropa ke Asia ke Amerika Selatan ke Afrika, negara-negara yang mengambil lebih pendekatan inovatif untuk melakukan bisnis dengan warga negara mereka. Penggunaan Internet untuk memberikan informasi dan layanan pemerintah telah menjadi industri pertumbuhan di seluruh dunia.Tabel 3.2 Inisiatif E-Government beberapa negara (Fang, 2002)NegaraInisiatif e-governmentAustraliaKomitmen khusus dibuat untuk:
- Memberikan semua layanan yang sesuai Commonwealth elektronik di Internet;
- Mendirikan Pusat Informasi Pemerintah melalui Kantor untuk online Pemerintah sebagai titik akses ke informasi tentang layanan pemerintah;
- Membangun pembayaran elektronik sebagai sarana normal untuk pembayaran sesama anggota Commonwealth, dan
- Membentuk pemerintah secara luas intranet untuk komunikasi online yang aman.KanadaE-Government yang dilakukan melalui prinsip-prinsip berikut:
-Menanggapi permintaan publik untuk Pemerintah lebih baik dan lebih mudah diakses;
-Memperjelas peran dan tanggung jawab termasuk (i) bidang keterlibatan, (ii) bidang
pelepasan, (iii) bidang devolusi;
-Mencapai jangkauan pemerintah-Berikutnya bahwa sumber daya yang dikhususkan untuk prioritas tertinggiAustriaPemerintah bertindak dan memahami dirinya sebagai mitradari industri swasta terutama diproses transisi dari masyarakat layanan pasca-industri ke masyarakat informasi: Information Retrieval Systems, EDI, Sistem online InteraktifChinaProyek Pemerintah Online meliputi lima aspek isi:
-Yang pertama adalah membuat fungsi pemerintah yang dikenal secara online, mengirim ke Internet yang fungsi, tugas, struktur organisasi, prosedur administrasi dan aturan dan peraturan pemerintah dan departemennya.
-Kedua, dokumen, arsip dan database diposting online.
-Ketiga, kegiatan sehari-hari dari departemen pemerintah yang dirilis secara online, yang dianggap sebagai channel keterbukaan urusan administrasi.
-Keempat adalah administrasi online, dengan pusat elektronik file dan dokumen
meningkatkan efisiensia dministrasi.
-Online trading adalah terakhir yang diposting online.DermarkE-Government didasarkan pada prinsip-prinsip berikut:
-Masyarakat Informasi untuk Semua;
-Realisasi DesaGlobal Research;
-Realisasi Broadband Interne tuntuk Lembaga Penelitian;
-Penggunaan Publikasi online;
-Penggunaan IT di Kota
-Penggunaan ITdi Perusahaan Denmark;
-Filing Elektronik;
-Revolusi Portabel;
-Penggunaan ITdalam Pendidikan;
-Electronic Didukung Administrasi & PeranHukum
-IT dan Penyandang Cacat-Rencana AksiJepangProyek Milenium "Pemerintah Elektronik" meliputi:
-Prosedur administrasi online
-Sistemdasar seperti otentikasi elektronik
-Jaringan dasar
-Basis teknologi
-Pengadaan publik elektronik
-Langkah-langkah keamananInisiatif "Singapore ONE" merupakansalah satu implementasi pertama broadband multimedia jaringandan aplikasidi dunia. Program ini merupakan inisiatif nasional yang memberikan tingkati nteraktif baru, aplikasi multimedia dan layanan ke rumah-rumah, bisnis dan sekolah seluruh Singapura.
Administratif antarmuka telah berubah dari kesatuan orang-orang antarmuka menjadi multi-antarmuka seperti jaringan orang-orang, jaringan orang-antarmuka, jaringan orang antarmuka, dan sistem-sistem antarmuka,dengan karakteristik antarmuka yang berbeda, prosedur operasi dan peraturan.
Dalam Pemerintah transisi untuk pengiriman elektronik layanan tidak hanya akan melibatkan perubahan pada sistem, prosedur dan proses layanan yang relevan, tetapi
juga akan mempengaruhi cara di mana masyarakat dan komunitas bisnis berhubungan dengan pemerintah. Pelanggan akan tidak perlu lagi berhubungan langsung dengan pejabat pemerintah dalam rangka untuk mengamankan layanan tertentu. Mereka juga tidak perlu tahu lembaga mana yang merupakan penyedia layanan, seperti layanan dapat diperoleh melalui kios ataukomputer pribadi. Yang penting bagi mereka adalah untuk dapat mengamankan dibutuhkan layanan cepat dan mudah. Ini tren baru akan mempengaruhi sifat pemerintahan dan manajemen, sehingga menemukan kembali pemerintah untuk membuat pengalaman mulus kepada warga.
Administrasi Digital
Muncul dengan E-Government, digitalisasi organisasi publik telah terjadi, seperti MIS dan sistem Web, Digital Office dan E-paper, Pengetahuan manajemen dan sistem berbagi, Perubahan Struktural dan Proses, E-Warga dan e-Learning.
E-government termasuk puluhan aplikasi digital yang dapatdiimplementasikan di berbagai bidang fungsional pemerintah - dari departemen kesehatan masyarakat dan keselamatan; untuk kendaraan bermotor dan badan-badan peradilan pidana.
Aplikasi digital tersebut meliputi:
1) Sistem Akses Publik yang memenuhi kebutuhan masyarakat.
Sistem ini membuat informasi mudah tersedia melalui Internet untuk warga,
bisnis, pegawai pemerintah, dan badan pemerintah lainnya.
2) Sistem Manajemen Pengetahuan; yang mengubah data organisasi kita menjadi berguna, informasi yang cerdas dan mengirimkannya melalui intranet, ekstranet, dan Internet kepada mereka siapa membutuhkannya, sehingga meningkatkan efisiensi dan memfasilitasi proses pengambilan keputusan.
3) Sistem Transaksi, yang mencakup akses publik dan sistem manajemen pengetahuan, sehingga memungkinkan pengguna akhir untuk mengirimkan pembayaran dan pendaftaran, memperoleh sertifikat, dan terlibat dalam proses transaksional lainnya.
4) Sistem Infrastruktur E-Government, yang menyediakan banyak hal: manajemen sesi, sistem manajemen (audit dan logging), skalabilitas, dll. Namun karena ruang e-government menjanjikan perubahan besar selama beberapa tahun berikutnya, mungkin kualitas yang paling penting dalam infrastruktur sistem e-government adalah fleksibilitas.
5) Integrasi SistemMIS dan Web, bahwa solusi yang paling efektif untuk mengkategorikan informasi pada pemerintah. Halaman web akan mengembangkan sistem database, di mana semua informasi yangotomatis terdaftar dalam database seperti yang ditempatkan online dalam internet, extranet, dan intranet.6) Model baru untuk kemitraan publik-swasta dan bentuk organisasi jaringan. Mengingat keragaman pemain yang terlibat dalam memberikan pelayanan publik, mengembangkan sistem TI yang efektif sering memerlukan koalisi mitra baru di semua tingkat pemerintahan, dan antara pemerintah dan sektor swasta dan nir-laba.
7) Peralatan pendukung Intuitif keputusan untuk pejabat publik. Teknologi dan data
standar yang mendorong pencarian informasi, pemilihan, analisis, dan dapat mempengaruhi sifat dan efektivitas pengambilan keputusan oleh pejabat terpilih, eksekutif senior, dan manajer program.
8) Manajemen pengarsipan dan arsip elektronik. Sekarang semakin banyak informasi
berada di elektronik daripada file fisik, menghasilkan masalah baru sekitar definisi merekam dan konten, kontrol versi, akses publik, pelestarian yang sedang berlangsung, dan kemampuan pemerintah untuk mempertahankan sejarah dan akuntabilitas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar